Massa datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati dengan membawa spanduk, poster tuntutan, serta melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang Mapolresta.Dalam aksinya, AMPB menyampaikan beberapa tuntutan yang dinilai hingga kini penanganan kasus belum mendapatkan kejelasan hukum.
Koordinator aksi, Supriyono alias Botok, dalam orasinya mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap pelaku utama kasus pembunuhan Tongtek Talun yang dinilai masih bebas berkeliaran.“Kami meminta aparat bertindak tegas jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di Kabupaten Pati,” teriaknya di hadapan ribuan massa aksi.
Tak hanya itu,massa juga mempertanyakan kelanjutan dari proses hukum atas pembakaran di rumah teuh Istianto pasca demo 2025 silam,Hingga Ungkap kasus pencabulan oleh oknum kiyai Tlogowungu yang di nilai lamban .
Tak hanya soal kriminalitas, AMPB juga menyoroti dugaan pengalihan hak tanah milik Desa Tambahmulya yang disebut berubah status menjadi tanah milik Polri. Massa meminta transparansi dan penjelasan terbuka terkait proses pengalihan hak tersebut.
Massa menilai penanganan sejumlah perkara besar di wilayah Pati belum
menunjukkan hasil yang memuaskan.Nampak beberapa poster yang dibawa peserta aksi, muncul seruan kritik terhadap kinerja Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi.Mereka mendesak Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mundur dari jabatannya sebagai penegak hukum di kabupaten Pati.
Pantauan awak Media selama aksi berlangsung berjalan tertib dan kondusif ,lalu lintas berjalan lancar di depan Mapolresta Pati. (kwt/red)

