Kabar jurnal nasional.com||Pati, Jawa Tengah - Hasil pemantauan hilal di MTs Abadiyah Kuryokalangan, Gabus, Pati, menunjukkan bahwa hilal belum dapat terlihat. Tinggi hilal tercatat 1,47 derajat dengan elongasi 6,7 derajat, masih di bawah kriteria MABIM yang mensyaratkan minimal 3 derajat, Kamis (19/3/2026)
Hasil ini sejalan dengan laporan pemantauan di berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua, yang juga belum memenuhi kriteria visibilitas hilal. Dengan demikian, secara hisab dan rukyat, bulan Ramadan berpotensi digenapkan menjadi 30 hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menyampaikan bahwa hasil pemantauan ini akan menjadi bahan dalam sidang isbat di Jakarta.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa faktor cuaca dan kondisi alam sangat mempengaruhi hasil pemantauan hilal,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan apabila terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal.
“Jika terdapat perbedaan, mari kita sikapi dengan bijak dan saling menghormati,” tambahnya.
Kemenag Pati mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal.