kabar jurnal nasional.com||
Blora, Jawa Tengah - Kondisi Jalan Ngumbul–Karanganyar di Dukuh Ngumbul, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, kian memprihatinkan.Jalan kabupaten yang menjadi akses utama warga dan pelajar itu rusak parah, berlubang, bergelombang, dan kerap tergenang air saat hujan, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pelajar.
Ruas jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga Desa Wukirsari, Sendang, dan Karanganyar. Setiap hari, puluhan siswa melintas untuk berangkat dan pulang sekolah menuju SMP Negeri 1 Todanan dan MTs Al-Kautsar yang berlokasi di Desa Ngumbul.
Pantauan di lapangan, Sabtu (10/1/2026), menunjukkan sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa melaju sangat pelan dan bermanuver menghindari lubang. Di beberapa titik, lapisan aspal terkelupas hingga menyisakan tanah bercampur batu, yang rawan menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
Iya om, jalannya rusak parah, belum diperbaiki,” ujar seorang siswa SMP Negeri 1 Todanan saat ditemui di lokasi.
Keluhan serupa disampaikan Yono, warga Desa Ngumbul. Ia menilai kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan belum mendapat penanganan serius. Bahkan, warga berencana melakukan aksi protes jika pada tahun 2026 tidak ada pembangunan signifikan.
“Kalau tidak segera dibangun, kami akan melakukan aksi, seperti warga Desa Bicak kemarin. Kami ini masyarakat taat pajak, tapi kecewa dengan kondisi jalan,” tegas Yono.
Ia mengaku prihatin setiap kali melihat anak-anak sekolah melintas di jalan tersebut, terlebih saat hujan turun.
“Setiap pagi melihat anak-anak lewat jalan seperti ini, saya kasihan. Apalagi kalau hujan, licin dan berbahaya,” tambahnya.
Kerusakan Jalan Ngumbul–Karanganyar sejatinya bukan kali pertama menjadi sorotan. Ruas jalan ini telah beberapa kali diberitakan media. Namun, perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai masih bersifat tambal sulam dan belum menyentuh penyelesaian menyeluruh, sehingga kerusakan kembali berulang.
Kepala Desa Ngumbul, Suparji, membenarkan bahwa pemerintah desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
“Setiap Musrenbang kecamatan, jalan Ngumbul–Karanganyar selalu kami usulkan,” ungkap Suparji.
Ia mengakui pembangunan memang pernah dilakukan, namun masih bertahap dan belum sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah desa berharap pada tahun 2026 pembangunan bisa direalisasikan secara menyeluruh.
“Memang sudah ada pembangunan, tapi bertahap. Harapan kami tahun 2026 bisa selesai, kasihan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Blora Mustopa, dalam pernyataan sebelumnya, menyebut pihak legislatif telah mengupayakan agar pembangunan Jalan Ngumbul–Karanganyar dapat diselesaikan pada tahun 2026, meski kondisi keuangan daerah terbatas.
“Untuk jalan itu sudah kami upayakan. Meskipun kondisi keuangan daerah terbatas, di tahun 2026 ini sudah saya anggarkan,” kata Mustopa Ketua DPRD Blora.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan Jalan Ngumbul–Karanganyar.
Sebagai jalan dengan fungsi strategis, khususnya sebagai akses utama pendidikan tingkat SMP, masyarakat berharap pemerintah daerah menjadikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan. Penanganan yang berkelanjutan dan menyeluruh dinilai penting demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran aktivitas pendidikan dan ekonomi warga. (Yun/red)
Tags
daerah